PMB UIN SGD Bandung - Jalur Mandiri 2015
Hallo...
Lama tak bersua nih. Aku
sekarang mau berbagi sedikit kisah perjalan menggapai mimpi ku. Walau memang
belum tercapai semua, tapi setahap demi setahap aku mulai meraihnya. Aku bakal
mulai dari pertama kali aku ikut UM(Ujian Mandiri) sampai akhirnya aku sudah
diterima jadi mahasiswa sekarang :)
Oke, kita mulai. Here we go.....
Saat kelulusan sekolah tahun
lalu (Aku lulusan tahun 2014), aku sudah mempunyai beberapa planning ke depan
yang harus aku raih. Kuliah jadi prioritas utama saat itu, dan memang selalu
jadi the number one di To Do List - aku. Ketika di SD aku selalu ingin
menjadi seorang Insinyur Pertanian. Bisa sekolah pertanian, rasanya cukup
membanggakan sekali. Tak henti-hentinya aku berjuang dan berusaha sekeras
mungkin, dari mulai belajar sampai mempertahankan nilai supaya tidak anjlok.
Agar aku bisa menggapai semua impianku, aku memutuskan untuk mendaftar ke IPB.
Ku pikir karena dengan kuliah disana itu akan selaras dengan apa yang menjadi
tujuanku. Sebelum kelulusan, aku mengikuti SNMPTN yang pilihan pertama nya
adalah Biologi-IPB dan THP-IPB. Alhamdulillah, hasilnya sesuai dengan apa yang
Allaah telah rencanakan. Aku belum berhasil. Aku gagal masuk IPB lewat jalur
itu. Sedih aku dibuatnya. Aku lupa bagaimana cara bersyukur saat itu. Aku lupa
bahwa perjuangan ini masih panjang. Aku lupa bahwa Allaah selalu menitipkan
kebahagiaan ditengah duka yang terasa.
Sebulan telah berlalu, jujur
masih saja aku sedih karena terus menerus berpikir bahwa aku gagal. Akhirnya,
Mama yang setiap hari melihatku bersedih hati pun berbicara. Ia berkata, aku
harus mengikuti ujian mandiri. Aku harus percaya diri lagi. Aku harus semangat
lagi. Alhasil, aku mendaftarkan diri lagi di IPB jalur UTM (Ujian Talenta
Masuk) bobotnya sama seperti Jalur Mandiri. Aku ikuti alur hidupku saat itu.
Berusaha keras, belajar lebih giat mengejar semua ketertingalan, dengan
satu harapan bulat yaitu aku ingin
kuliah tahun ini. Saat UTM aku mengambil jurusan Kehutanan dan Fisika. Entah
kenapa rasanya aku ingin sekali ambil jurusan itu. Padahal sebenarnya, passion
ku bukan disitu. Aku lebih condong ke Biologi-kenyataannya. Setelah beberapa
minggu berlalu, saat pengumuman UTM hasil yang diterima pun tak kalah
mencengangkan dari sebelumnya. Alhamdulillah lagi, lagi dan lagi. Aku belum
diterima disana. Sedih sekali rasanya. Terlampau sedih. Kadang merasa diri ini
terlalu bodoh. Rasanya sudah berjuang
mati-matian namun hasilnya tetap nihil. Nol besar. Astagfirullah. Sudah lupa
bagaimana rasanya bersyukur, menerima semua hasil. Malah sibuk memaki diri dan
menganggap bodoh juga tak mampu.
Akhirnya, ku putuskan setahun
ini aku off dulu dari kegiatan belajar formal. Selama setahun ini, aku sibuk
bertafakur, aku berusaha memperbaiki diri agar bisa menjadi manusia yang bisa
menerima dengan hati yang lapang baik-buruknya kehidupan. Agar senantiasa dekat
dengan Allaahh. Saat ketenangan itu mulai datang, ku dapati diriku sudah mulai
percaya diri lagi. Tak ku sangka bahwa pertolongan Allaah begitu mudahnya, begitu
dekatnya. Asalkan kita percaya bahwa Allaah selalu bersama dan membantu kita.
Barulah aku begitu yakin, bahwa tahun ini aku yakin pasti bisa lolos.
Bismillah, dengan keputusan yang sudah bulat, tanggal 4 Juni kemarin aku
berangkat ke Bandung, aku berniat mendaftar sekolah lagi.
UIN SGD- disini lah perjuangan
ku berlabuh. Dengan modal tekad yang kuat, juga restu Orang tua, aku mendaftar
disini. Jurusan yang aku ambil untuk tes masuk adalah Biologi dan Pendidikan
Biologi. Karena untuk tahun ini, aku akan berjuang sesuai dengan passion ku,
bukan karena keinginan yang selewat saja. Aku daftar dihari kedua, dan itupun
aku mendapat nomor yang ke 1420. Masya Allah, baru 2 hari sudah hampir seribu
orang lebih yang daftar. Maka dari itu, aku harus lebih bersungguh-sungguh
lagi. Saat tes, jujur saja aku yang nota bene lulusan dari SMA Negeri biasa
yang gak ada basic agama nya(katakanlah) harus bisa menyelesaikan soal
pengetahuan agama yang seabreg-yang ruar biasa susahnya-yang sulitnya tidak
bisa diungkapkan dengan kata-kata. HEHE. Ya, soal tersulit adalah soal BAHASA
ARAB. Ya Allaah, ampunilah aku… Mudahkanlah segala urusan ku. Dengan segala
daya upaya, aku lahap habis semua soal dengan hati yang berharap Allaah selalu
membantuku. Tes hari pertama selesai, dan saatnya mempersiapkan tes hari
berikutnya. APA?! Masih ada lagi????? Ya ada lah, namanya tes wawancara (cukup
membuat jantung rasanya mau copot, saat sebelum di interview wehehehe).
Yapyapyap!!! Tes hari kedua
DIMULAI. Tes wawancara ini membuat lidah ku kelu, sulit berucap, tubuh gemetar,
panas dingin, keringetan yang berlebih, otak rasanya sulit berpikir dan
edaaaaaaaaaaannnnnnnn…. Itu semua ga bener hehe. Tes nya asik kok, ga pake
nunggu lama. Per ruangan tes dibagi 4 orang sekali masuk. Dan ditanyalah satu
persatu calon mahasiswa itu. Tenang aja, materinya ga sulit kok. Asalkan kita
masih inget pelajaran yang di SMA. Pelajaran agama tentunya. Karena materi tes
nya juga seputar keagamaan. So? Don’t worry… Ada Allaah yang selalu membantu.
Asalkan kita sebagai hambanya selalu percaya pada setiap ketentuannya. Juga,
jangan pernah berhenti berdoa dan berharap. Eitsss, ridho orang tua juga
penting loh.
Setelah menunggu selama dua
minggu, dan hasilnya Alhamdulillah. Alhamdulillah yang ini, aku Lolos.
Aku masuk dijurusan Biologi. Subhanallah ya, Allaah memang selalu memberikan
yang terbaik buat kita. Mungkin emang jalan nya disini, ya jadi Allah permudahJ
Well…. Sudah deh, begitulah
ceritanya.. semoga bisa memberikan warna baru bagi pembaca semuanya,
barakallah... jazakallah