4 Juni, 20:01 WIB.
Lupakan
bahwa getar ini hidup.
Yang
terus membelah seperti sel.
Ku
ingin ia semu.
Tak
terasa ataupun terjadi.
Hinggap
pada diriku bukan berarti tak berkilah.
Cukupkan
yang terjadi kemarin.
Agar
membias dengan sendirinya.
Jauh
dari pandangan, bukan artinya hilang pantauan.
Getar.
Mungkin
kau tahu itu.
Vibrasi
yang seketika membuat lidah ini kelu.
Kurasa
ia bagai bom atom yang siap meluluh-lantakkan perangai jiwa ini.
Tak
cukupkah semua?
Segala
yang terjadi, bagai badai serotonin.
Damai
ku dalam benaknya.
Getar.
Bergetarlah
pada sewajarnya frekuensi.
Bila
berlebih, takkan mampu periode membagimu.
Juga,
tentang konstanta-konstanta rindu yang memenuhi jagat ini.
Cukup.
Tak
mau aku merasakan lebih.
Nyaman
bagiku, sudah cukup.