Kamis, 07 Mei 2015

Cerber: Red Velvet (Ku Sebut Ia Jingga yang me-Merah)

Pemeran :
·         Niken Rein (Rein)
·         Sayra Fakhiha (Aya)
·         Nabit Hudori (Nab)
·         Farish Razdafi (Ris)
·         Ryana Oline (Oline)
·         Alliya Manasikana (All)


#SEASON 1

            Niken Rein. Hari ini usianya bertambah. Tepat 16 tahun ia berpijak dibumi. Beratus-ratus hari ia lewati hidup ini bersama sang Ayah tercinta. Ayah sekaligus ibu baginya. Kasih sayang yang tercurah pun amatlah besar. Tak heran memang, meski tumbuh tanpa ditemani hadirnya seorang ibu, tak nampak perbedaan antara ia dan anak sebaya nya(read: kestabilan emosi).

            Di usianya kini, Rein beranjak memasuki babak baru dalam hidupnya. Tahun ini, pendidikan nya ditingkat menengah pertama telah selesai. Memasuki jenjang yang baru, Rein yang ditemani ayahnya mendaftar kesekolah menengah yang ia mau. Sebut saja, SMA Pelita Ilmu yang tak jauh dari rumahnya. Saat berada di jalan, Rein berpapasan dengan sahabat kecilnya-Aya. Aya pun akan mendaftar ke SMA Pelita Ilmu, ditemani ayah dan ibunya. 

            Dalam perjalanan menuju sekolah, Rein dan Aya pun berbincang-bincang. Sekedar membahas bagaimana perasaan mereka menghadapi lingkungan baru yang akan mereka jalani. Aya terlihat begitu antusias saat berkata pada Rein bahwa ia tidak sabar menanti saat-saat ini.
           
“Rein, aku deg-degan banget nih… gak sabar pengen cepet-cepet pake baju putih abu.” Ujar Aya kepada Rein.
            “Yaelah.. santai aja kali Ya! Belum juga apa-apa. Ospek aja belum disiapin.” Sahut Rein sekenanya.

            Rein memang dikenal sebagai anak yang terlalu-masa bodo- dan sekenanya. Tapi dibalik itu dia adalah anak yang Cerdas, terbukti sejak di Sekolah Dasar hingga sekarang predikat “JUARA UMUM” pun sering diraihnya, selain itu beberapa penghargaan non-akademis pun sering ia dapatkan. 

           Adapun Aya-sahabat kecilnya anak yang humble pun easy going dan sudah klop banget sama Rein ini, tidak begitu menonjol dalam hal pendidikan(baik akademis maupun non akademis). Namun, kelebihannya adalah dia memiliki kepekaan sosial yang tinggi, itulah mengapa sejak kecil Aya dan Rein sangatlah kompak. Mereka saling mengisi baik kurang atau lebih dari diri masing-masing.

            Setelah berbincang-bincang cukup lama, tibalah mereka bersama kedua orang tua nya disekolah. Aya dan Rein kemudian mohon pamit kepada orang tua nya untuk melihat sekeliling sekolah. Pun kedua orang tua mereka melanjutkan tujuannya, yaitu mendaftarkan anaknya agar bisa bersekolah disini. 

            Rein yang sudah mengenal seluk beluk SMA Pelita Ilmu ini mengajak Aya untuk melihat-lihat setiap sudut sekolah. Dari gerbang utama Rein lalu belok kesamping kiri dan turun melalui tangga untuk melihat keadaan Masjid. Kemudian, dari Masjid mereka lalu mengarahkan badan searah jarum jam, dimana arahnya tepat menuju Perpustakaan. 

            Setelah berada diperpustakaan, Rein dan Aya meluangkan waktu sejenak untuk membaca buku. Karena secara kebetulan, hobby mereka sama; yakni membaca. Yang berbeda hanyalah dari genre buku yang dibaca. Rein lebih menyukai buku Non Fiksi sedangkan Aya lebih menyukai Novel juga Komik. 

            Di ruang perpustakaan dengan fasilitas yang memadai ini, setiap macam buku dipisah dengan rak-rak buku berpenyekat antara lorong yang satu dengan yang lainnya. Ya, tanpa bicara banyak, Rein meninggalkan Aya yang sedang asyik mencari Novel mencari buku yang ingin ia baca. 

            Di sudut ruangan paling ujung, disitulah tempat buku yang Rein cari, berlabelkan “Non Fiksi”. Melangkah lah kedua kakinya menuju sudut ruangan itu. Dilihat juga dicarinya beberapa buku yang menarik menurutnya yang akan ia baca. Ia lebih senang membaca buku Auto-biografi tokoh-tokoh dunia. Karena menurutnya, itu lebih bermanfaat ketimbang harus membaca cerita-cerita bualan para pujangga. 

            Diantara barisan buku-buku yang bertendeng rapi di dalam rak, terselip buku yang membuatnya penasaran hingga ingin membacanya. Buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang itu masih membuatnya penasaran, walau sebenarnya berkali-kali pula ia telah membacanya. 

            Saat ia ayunkan tangan nya untuk mengambil buku itu, tiba-tiba sekelebat tangan telah menyambarnya lebih dahulu. Ia pun terkejut, lalu menoleh kearah tangan yang memegang buku itu. Sepasang mata yang memperhatikannya lebih tajam daripada tatapannya, ia lalu bergegas pergi meninggalkan orang itu.

            Langkahnya kian cepat, sampai sebelum pintu keluar, ia tarik tangan Aya yang sedang asyik membaca itu. Dengan napas terengah-engah ia masih kaget dengan apa yang telah ia alami-barusan.

            Aya pun bertanya ada apa dengan Rein, mengapa dia seperti itu. Namun sayang, Rein pun tak menjawabnya. Aya pun mengerti, ia tak jadi melanjutkan pertanyaan lagi. Setelah keluar dari perpustakaan Aya menuntun langkah Rein menuju Kantor TU(disingkat;Tata Usaha). Disana kedua orang tua mereka sedang menyelesaikan administrasi untuk keperluan sekolah.
~~~~~~~~~~~
Lalu, siapa sebenarnya sosok yang dilihat Rein diperpustakaan itu?
Mengapa Rein terkejut melihatnya?
Apa yang akan dilakukan Aya untuk menghilangkan rasa penasaran nya?

Tunggu lanjutan ceritanya yaaaa^^
Share:

Rabu, 06 Mei 2015

オレンジ - 7!!

Nah... lama ga posting nih, berarti lama juga gak curhat yee mhehe :D
Oya, mau ceritain dikit nih soal hobby baru ku. Baru-baru ini lagi seneng sama anime. Ya walaupun belum banyak nonton soal anime, aku cukup jatuh cinta nih sama lagu yang dibawain sama Nanae(voc) dari 7!! (seven oops) yang judulnya オレンジ (read:orenji) atau dikenal dengan "ORANGE" .

Pertama suka nya sih, bukan karena ada yang recomended atau apalah itu. Cuman ada temen aku yang anime addict banget, dia tuh sering nge-play lagu-lagu jepang gitu. Dari situ, aku iseng aja searching judul lagu yang sering dia play itu. Salah satunya, Wherever you are dan Heartache dari One Ok Rock juga Orange - 7!! yang jadi most played di playlist aku.

Jujur sih ya, yang paling klik banget sama soul aku lagu yang ini-Orenji. Soalnya, dilihat dari arti liriknya itu pas bangetlah ya sama yang dirasain. Walaupun ada beberapa part yang emang kejadian nya belum pernah aku alamin, tapi overall lagunya sukses bikin aku "ketagihan".

jadi suka pengen ketawa sendiri,kalo inget soal chat aku sama temen ku itu.
(dia buat status di salah satu akun socmednya)
"watching anime romance emang "something" :D "
(terus aku bilang,)
"wahh.. masih lebih something kdrama.. hehe"

Kenapa aku bilang gitu? ya jelas aja, aku tuh kdrama addict banget :D dari zaman nya song hye gyo sampe sekarang, ga pernah telat buat nonton mereka(read:kdrama).

Tapi sekarang, aku mau masukin ke my fav-list aku, jpop sama anime. Ya karena selain aku suka sama lagu ini, anime (dari jepang) lebih megang lah ketimbang jdrama nya. Jadi teuteup kdrama pemenangnya, Horaaaaayyy!!!! :D

Balik ke pokok ya, pas abis liat translasi nya, aku sempet nyambungin antara lirik lagu ini sama my firstlv ku(Mhehe:D) ya aku dulu emang sempet susah move on, tapi ya seiring waktu semua berjalan seperti biasa. walaupun ada yang berubah, tapi itu sedikit memberiku pelajaran. Bahwa dengan siapa kita sekarang, takkan menjamin kita akan bersamanya dikemudian hari. *ngomongapa*

Aku tuh agak sedikit deja vu orangnya, jadi maklum ajalah yaa kalo jadi ngalor-ngidul gini bahasan nya. Ehh, tapi orang yang seneng deja vu itu adalah orang yang menghargai sejarah hidupnya (ya itu tadi, susah move on wkwk)--- tapi sekarang udah ngga dong :P

~~~huwaaaa makin ngaco deh, yuk ah mending lihat liriknya aja yuuuu :)

Romaji
chiisana kata o nabete aruita
nandemonai koto de warai ai 
onaji yume o mitsumete ita
mimi o sumaseba ima demo kikoeru
kiminokoe orenji-iro ni somaru machi no naka
kimi ga inai to hontou ni taikutsu da ne
samishii to ieba warawareteshimau kedo
nokosareta mono nandomo tashikameru yo
kieru koto naku kagayaiteru
ameagari no sora no you na kokoro ga hareru youna
kimi no egao o oboete iru omoide shite egao ni naru 
kitto futari wa ano hi no mama mujakina kodomo no mama
meguru kisetsu o kakenukete iku sorezore no ashita o mite
hitori ni nareba fuan ni naru to 
nemuritakunai yoru wa hanashi tsudzukete ita
kimi wa korekara nani o mite iku ndarou 
watashi wa koko de nani o mite iku nodarou 
shizumu yuuyake orenji ni somaru machini 
sotto namida o azukete miru 
nanoku mo no hikari no naka umareta hitotsu no ai
kawaranakute mo kawatte shimatte mo kimiwa kimidayo shinpai nai yo
itsuka futari ga otona ni natte sutekinahito ni deatte
kakegae no nai kazoku o tsurete kono basho de aeruto ii na
ameagari no sora no youna kokoro ga hareru youna
kimi no egao o oboete iru omoide shite egao ni naru
nan oku mo no hikari no naka umareta hitotsu no ai
meguru kisetsu o kakenukete iku sorezore no ashita o mite
sorezore no yume o erande
Indonesia
Kita berjalan dengan bahu yang beriringan
Kita tertawakan hal yang tidak penting
Kita menatap mimpi yang sama
Jika kumendengar dengan seksama, aku masih dapat mendengar itu
Suaramu, mewarnai kota ini dengan jingga
Jika kau tidak ada, aku ‘kan merasa bosan
Namun, saat kukakatan jika aku kesepian, akhirnya kutertawakan diriku sendiri
Aku hanya terus menyebut hal-hal yang ku tinggalkan
Itu bersinar terang dan tidak pernah lenyap
Bagai langit sesudah hujan berhenti seperti memperjelas hati seseorang
Ku ingat senyumanmu yang hanyut dalam pikiranku dan aku hanya bisa tersenyum
Selalu, seperti kita di hari itu, seperti anak kecil yang polos
Kita melintasi dan melewati musim, melihat setiap hari esok kita
Setiap kali aku sendirian dan mulai merasa gelisah
Kita hanya terus bercengkrama di malam di mana aku tidak ingin tertidur
Apa yang akan kau lihat dari sini? 
dan apa yang akan aku lihat dari sini?
Akan aku titipkan air mataku ini
pada kota di mana matahari terbenam yang membuat segalanya menjadi jingga
Salah satu cinta lahir diantara sejuta cahaya
Meski kau berubah atau tidak, kau tetaplah kau, aku tidak akan khawatir
Kita berdua akan tumbuh dan bertemu orang-orang luar biasa suatu hari nanti
Saat itu, kuberharap kita bisa bertemu lagi dengan keluarga kita
Bagai langit sesudah hujan berhenti seperti memperjelas hati seseorang
Ku ingat senyumanmu yang hanyut dalam pikiranku dan aku hanya bisa tersenyum
Dari jutaan bintang di atas sana, satu cinta yang terlahir
Kita melintasi dan melewati musim, melihat setiap hari esok kita
Memilih setiap impian kita
~~~~~~
 segini dulu aja deh, ntar dilanjut lagi :)
byeeeeeeee^^
 
Share: