Pandang semu bagai kilatan warna
Terbiaskan sinar antara khayal dan nyata
Kilau mu pasti
Wujud mu saru
Tak berkilah pada satu sisi
Terdiam di titik terendah asa
Hina hingga tak mengerti
Terperosok dalam kedukaan jiwa
Ku bilang…. Ku rindu
Ku bilang…. Ku lelah
Ku bilang…. Ku bosan dengan kebahagiaan imaji
Yang ku persepsikan sendiri
Sosok yang mengharu biru,
Dalam hati ini
Menimbulkan beberapa premis-premis baru
Nyata dalam pandang
Kaku pada hati
Hingga….
Rantai-rantai jingga itu melepas semua angan
Angan yang selalu menampik
Bibir yang terus berkata
Akal yang tak akan pernah bertautan
Dalam hidup yang menyejukan jiwa
Terbiaskan sinar antara khayal dan nyata
Kilau mu pasti
Wujud mu saru
Tak berkilah pada satu sisi
Terdiam di titik terendah asa
Hina hingga tak mengerti
Terperosok dalam kedukaan jiwa
Ku bilang…. Ku rindu
Ku bilang…. Ku lelah
Ku bilang…. Ku bosan dengan kebahagiaan imaji
Yang ku persepsikan sendiri
Sosok yang mengharu biru,
Dalam hati ini
Menimbulkan beberapa premis-premis baru
Nyata dalam pandang
Kaku pada hati
Hingga….
Rantai-rantai jingga itu melepas semua angan
Angan yang selalu menampik
Bibir yang terus berkata
Akal yang tak akan pernah bertautan
Dalam hidup yang menyejukan jiwa
0 komentar:
Posting Komentar