Jumat, 29 Januari 2016

Monolog Diri

Hi, Competitor!
Selamat pagi, selamat datang pada masa-ku ini.
Kau yang sudah terperangkap, yang tak mampu terbiaskan.
Sekalipun kau selalu membuat  momentum sebagai jurus terakhirmu.
Kau bisa apa? Tenggelam? Atau merangkak naik?
Bahkan... untuk  meraih ku saja kau tak mampu.
Lalu, akan kau kemana-kan momentum-momentum itu?
Dibuat simpul agar bisa terpilin menyatu dengan arteri-vena ku?
Atau dibuat rangkaian pararel getar yang terkontrol dengan baik?
Kau salah, bagiku kau terlalu naif.
Kau tahu?
Untuk sebuah momentum yang pernah terjadi, kau hanya bisa merasakan keberadaan nya sekali saja.
Masa -ku saat ini adalah melenyapkan mu.
Periode mu membuat kacau dinamika hati ini.
Telah terbagi kepada beberapa frekuensi kah?
Lucu, memang.
Tak setara dengan kolase ku yang selalu merangkai wujudmu.
Angin segar yang datang membawa kesegaran, hanya membentuk oase-oase indah yang sejatinya adalah fatamorgana hati.
Semua itu kau bentuk, agar membiaskan pandang ku terhadapmu.
Mari, akhiri ini.
Berjuang pada hal yang selalu menganggap keberadaanku sebagai parasit obligat-nya, takkan membuat bahagia jiwaku.
Ku lepas kau, competitor-ku!
Selamat tinggal, Usah kau kembali.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar