Jumat, 29 Januari 2016

Setidaknya

Sederhana saja bagiku.
Simpul ini nantinya akan mengikat.
Pada anganku kini dan semua yang lalu.

Simpul ini yang selalu siaga dalam menetapkan setiap keputusan,
dan setia menemaniku dalam setiap kesakitan yang indah itu.
Tujuan ku memperjuangkan adalah agar dia mengetahui dan mau mengakui keberadaan ku.

Selebihnya?
Aku memang tak berharap banyak.
Aku tak bisa memaksakan dia untuk menerima partitur hati dari ritme yang sudah berpadu untuknya. Pun aku tak bisa memaksa keadaan agar berbalik mendukung ku-berbelas kasihan terhadapku agar bahagia dapat kurasakan.

Bila ku memaksanya agar menerima setiap nada ku,
yang ku takutkan hanya satu hal....

Dia hanya mencintaiku seperlunya, sedang aku mencintaimu sepenuhnya.
Tak mau aku mengambil resiko yang akan mengurangi jatah bahagia ku dalam merindu.
Aku hanya menyusunnya agar bisa mengambil langkah yang pasti,
sekalipun meleset dari perkiraan itu takkan sepenuhnya menjadi tak terkendali,
setidaknya prediksiku akan rasa sakit-sejauh ini dapat menegarkan jiwaku.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar