Sesaatpun ketika
hendak terlelap, aku terbangun. Aneh, memang. Tidur enggan walau kantuk
dipelupuk. Ku pejamkan perlahan, agar terlelap. Hanya bayangan yang
terlintas. Bayangan, yg entah aku mengenalnya ataupun tidak. Pikiran ku
menyimpan potret wajahnya. Hingga mengingatnya seakan aku mengenalnya.
Kau? Siapa kau? Aku terus bertanya pada pikiran ini. Mencoba membuka
lembaran demi lembaran ingatan yg tersusun rapi dalam memori-intern
visual otak ku. Rasanya, sia-sia. Aku tetap tak mengenalinya. Aha! Aku
tau dimana aku akan mengingatnya. Hati. Ya, agak klise memang. Itu
benar, aku menyimpannya dalam memori-intern hatiku. Bukan otakku. Aku
ingat, dia adalah seseorang. Ya, tentu saja… Dia pernah dekat walau
sesaat menghilang lagi dalam ingatan. Terbenam dalam dunia Maya nya.
Hingga saat dimana aku harus berhenti menggapainya(lagi), aku tak pernah
tahu seperti apa sosoknya. Dan memang, ini harus segera berakhir.
------------------------------
Malam panjang bertaburan bintang yang ditemani Bulan, menunggu datangnya mentari.
0 komentar:
Posting Komentar