Sabtu, 14 Februari 2015

PUN.

Sesaatpun ketika hendak terlelap, aku terbangun. Aneh, memang. Tidur enggan walau kantuk dipelupuk. Ku pejamkan perlahan, agar terlelap. Hanya bayangan yang terlintas. Bayangan, yg entah aku mengenalnya ataupun tidak. Pikiran ku menyimpan potret wajahnya. Hingga mengingatnya seakan aku mengenalnya. Kau? Siapa kau? Aku terus bertanya pada pikiran ini. Mencoba membuka lembaran demi lembaran ingatan yg tersusun rapi dalam memori-intern visual otak ku. Rasanya, sia-sia. Aku tetap tak mengenalinya. Aha! Aku tau dimana aku akan mengingatnya. Hati. Ya, agak klise memang. Itu benar, aku menyimpannya dalam memori-intern hatiku. Bukan otakku. Aku ingat, dia adalah seseorang. Ya, tentu saja… Dia pernah dekat walau sesaat menghilang lagi dalam ingatan. Terbenam dalam dunia Maya nya. Hingga saat dimana aku harus berhenti menggapainya(lagi), aku tak pernah tahu seperti apa sosoknya. Dan memang, ini harus segera berakhir.

------------------------------
 Malam panjang bertaburan bintang yang ditemani Bulan, menunggu datangnya mentari.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar